0819-0909-0990 Admin mandalikawisata10@gmail.com

Visa dan travel, adalah dunia saya saat ini. Meskipun saat ini saya pribadi telah mendapat kepercayaan sebagai perwakilan Al Hateem untuk Sejumlah Negara di Asia, namun ternyata jiwa saya masih memegang teguh pola pembimbingan. Bahwa setiap orang layak diberi kesempatan kedua dan bimbingan yang tulus.

Dokumentasi pribadi, saat merenung di bukit kota suci Makkah

Memori Menjadi Petugas Pemasyarakatan

Ternyata saya tak bisa menolak, bahwa Pemasyarakatan itu jiwa saya. Sehingga sampai saat ini pun jika ada program sosial dari HAPIA ataupun sejumlah donatur lain tak jarang saya arahkan ke Lapas/Rutan atau LPKA.

Saya pernah mengalami begitu banyak cerita ketika melakukan pembinaan kepada napi, mulai dari yang fisik sampai pendekatan. Faktanya, pembinaan fisik sedikit sekali berdampak kepada mereka. Malah ternyata itu tidak membuat mreka jera.

Hingga akhirnya Saya fokus dengan pendekatan secara kekeluargaan, ajak diskusi ajak ngobrol. Ngopi bareng, dan ternyata itu yang jauh lebih mengena. Hingga di luar Lapas pun mereka tetap menganggap kita ada dan respect.

Ada satu kejadian yang masih saya ingat betul. Saya pernah hanya memberikan sepotong roti yang sudah tidak saya makan kepada salah satu napi. Dan Setiap saat setelah itu, ketika berpapasan dia selalu berlari kemudian mencium tangan saya.

Bahkan ketika dia telah bebas, saya selalu diundangnya untuk panen sayuran di kebun miliknya. Pada akhirnya di lingkungan bisnis saya saat ini, atau group WA travel dan visa yang saya buat hal itu masih berlangsung.

Setelah Hijrah ke Bisnis Visa dan Travel

Menit ketika tulisan ini saya buat, masih ada beberapa orang yang urusannya belum selesai dengan saya. Terkait hutang yang belum dibayar, wanprestasi bisnis ke saya soal visa ataupun bahkan penggelapan. Bukan puluhan juta, Tapi ratusan dan milyaran nilai transaksinya.

Namun Apakah saya harus memutus rantai kerja mereka? Sementara faktanya Anak dan istri mereka masih menunggu nafkah yangg halal dari tangan nya. Apakah saya bisa setega itu ketika puluhan tahun dulu, saya pernah berhadapan dan membina begitu banyak napi dengan tulus.

Dilema memang dalam dunia jual beli visa dan bisnis travel ini, saya juga manusia. Kadang marah, emosi jadi satu, namun ternyata Allah sang pemilik hati masih memberikan kasih dan sayang yang lebih besar dalam diri saya. Hingga melihat banyaknya pertikaian akibat hutang piutang ini membuat saya ingin sedikit memberikan komentar.

Bukan untuk menggurui apalagi sok bijak ketika saya juga kadang jadi sebal. Namun lebih kepada bagaimana pertikaian ini pada akhirnya memberi pelajaran kepada semua, bagaimana setiap masalah menjadi hal yang bisa de evaluasi untuk menjadi perbaikan.

Baca juga : Mengenal Syarikah, Muasasah dan Provider Visa Arab Saudi (Bag. 1)

Untuk saudara-saudaraku di luar sana, yang pernah berurusan dengan Perkara di blokir penipu, perkara tidak jadi transaksi, perkara slow respon, perkara PHP, perkara hit and run, ataupun perkara ditikung, bahkan perkara diselingkuhin rekan bisnis. Percayalah, ini bukan lah perkara paling berat.

Karena yang jauh lebih berat adalah dampak dari sedikit tulisan kita yang menyerang saudara kita di berbagai media massa. Bagaimana kita akan mempertanggung jawabkannya di dunia dan di akhirat, meskipun iya kadang kita sangat dirugikan.

Mungkin jika ingin mengambil langkah hukum, akan lebih baik. Atau dibicarakan secara kekeluargaan pun juga sangat baik. Namun apabila memang buntu sekali, bolehlah kita umumkan di media dengan bukti-bukti yang valid.

Terakhir, saran saya Jika kita tidak benar-benar dirugikan jangan lah menyebarkan aib saudara kita. bagi Teman-teman yang jualan, dengan teknik cara marketing apapun boleh boleh saja. ‘Kalian lebih tau perkara dunia kalian’.

Tapi tolong JUJUR

Please jangan sembunyikan apapun dari calon jamaah atau calon customer anda. Jangan memberi tanda bintang kecil yang hampir tersembunyi seperti iklan kartu GSM jaman dulu. Karena faktanya, banyak dari klien kita itu masih rendah dalam literasi,tidak suka membaca, tidak faham syarat dan ketentuan.

Jangan juga menjual visa yang tidak sesuai peruntukannya hanya demi keuntungan semata, ngakunya jualan visa haji padahal dipesankan visa ziarah atau umrah. Alhasil jamaah yang tak paham harus kelimpungan di tanah suci, kucing-kucingan dengan petugas hingga di deportasi.

Seperti yang diberitakan di beberapa media online, mirisnya jamaah tidak tau bahwa mereka berangkat dengan visa non haji. Alih-alih beribadah dengan khusyuk, yang ada malah was-waas dan bingung ketika di sweeping.

Baca juga : Kemenag : Jangan Tertipu Tawaran Berangkat Pakai Visa Non Haji

Percayalah saudaraku, secara logika jujur tidak pernah merugikan. Rejeki sudah diatur dan menjadi hak Preogratif Allah, rejeki sudah diatur sedemikian rupa. Bohong juga kalo belum rejeki tetap saja tidak akan dapat, padahal dosanya pasti.

Semoga tulisan ini bermanfaat menjadi sedikit renungan kita bersama. Salam Mandalika Wisata dari tanah suci.

Translate ยป