0819-0909-0990 Admin mandalikawisata10@gmail.com

Jika kemarin-kemarin kami tuliskan terkait dengan visa, perang visa dan harga visa, kali ini sepertinya perlu juga kami tuliskan jenis-jenis visa yang ada di Arab Saudi beserta syarikah atau muasasah penyedianya.

Hal ini kami maksudkan agar masyarakat umumnya atau awam khususnya mengetahui bahwa bukan hanya visa haji dan umrah yang ada di Saudi untuk dapat berkunjung ke negara ini. Selain itu agar masyarakat juga paham bagaimana alur dan mekanisme penerbitan visa haji dan umrah di Indonesia.

visa arab saudi
Ilustrasi visa arab saudi. Sumber : Canva.com

Jenis-jenis Visa Arab Saudi

Dilansir dari laman saudinesia.id, ini dia jenis-jenis visa Arab Saudi yang perlu diketahui beserta penjelasannya sebagai berikut.

Visa kerja – تأشيرة عمل (Tasyira Amal)
Semua ekspatriat di Arab Saudi harus memiliki visa kerja yang valid secara legal untuk dapat bekerja di Arab Saudi.

Visa Kunjungan Keluarga – تأشيرة زيارة عائلية (Tasyira Ziyarah ‘Aailiyah)
Visa kunjungan keluarga untuk kerabat tingkat pertama dari ekspatriat yang memenuhi syarat. Pemegang visa ini dilarang bekerja selama kunjungan di Arab Saudi.

Visa Residen – تأشيرات الإقامة (Tasyira Iqamah)
Visa keluarga permanen untuk menetap di Arab Saudi. Pemegang visa ini dilarang bekerja selama menetap di Arab Saudi.

Visa Haji – تأشيرة حج (Tasyira Haj)
Visa haji dikeluarkan untuk tujuan haji.

Visa umrah – تأشيرة عمرة (Tasyira Umrah)
Visa umrah dikeluarkan untuk tujuan umrah.

Visa bisnis – تأشيرة تجارية (Tasyira Tijariah)
Visa bisnis dikeluarkan untuk investor atau pembisnis yang berkunjung ke Arab Saudi.

Visa Kunjungan Bisnis – تأشيرات الزيارات التجارية (Tasyira Ziyarah Tijariyah)
Visa yang memungkinkan perusahaan atau institusi di dalam Kerajaan untuk meminta kunjungan satu orang atau lebih, sesuai dengan kualifikasi profesional tertentu yang terikat oleh hubungan bisnis.

Visa Kunjungan Kerja – تأشيرات زيارات العمل (Tasyira Ziarah al-‘Amal)
Visa yang memungkinkan penerima manfaat meminta kunjungan individu atau kelompok untuk melakukan misi khusus di dalam Kerajaan.

Cargo Delivery Visa – تأشيرات توصيل البضائع (Tasyira Tawshiil al-Badhai)
Visa yang memungkinkan penerima manfaat untuk meminta visa masuk ke Arab Saudi untuk tujuan pengiriman kargo.

Visa Pelajar – التأشيرات الدراسية (Tasyira Dirasiyah)
Untuk pelajar atau mahasiswa yang menuntu ilmu di berbagai perguruan tinggi Arab Saudi, jurusan agama maupun umum.

Visa Kunjungan Pribadi – تأشيرات الزيارة الشخصية (Tasyirah Ziyarah al-Syakhsiyah)
Visa untuk individu yang tidak memiliki hubungan bisnis atau hubungan keluarga dengan pembuatnya (pengaju visa).

Visa Kunjungan Untuk Misi Diplomatik
Untuk misi diplomatik dan organisasi yang terakreditasi di Arab Saudi bagi pemegang paspor diplomatik.

Visa Transit – تأشيرات المرور (Tasyirah Murur)
Visa untuk transit sementara di dalam wilayah Arab Saudi.

Visa Berobat – تأشيرات العلاج (Tasyira al-‘Ilaj)
Visa untuk perawatan medis dengan melakukan kunjungan ke dalam Kerajaan untuk tujuan pengobatan.

Visa Turis – تأشيرة سياحية (Tasyira Siyaha)
Visa bagi wisatawan yang berasal dari 49 negara yang disetujui oleh Kerajaan Arab Saudi.

Cara Mengajukan Visa Arab Saudi

Adapun cara mengajukan permohonan visa Arab saudi ini tidak sama, karena Pemerintah Arab Saudi memberlakukan mekanisme yang sedikit berbeda khususnya untuk visa Umrah dan Haji.

Untuk 13 Jenis Visa di luar visa umrah dan haji, dapat di ajukan melalui aplikasi resmi Nusuk yang saat ini dapat diakses secara mandiri. Namun khusus untuk visa umrah dan haji hanya bisa di dapatkan melalui syarikah atau muasasah resmi di Arab Saudi.

Di tulisan sebelumnya dengan judul Muasasah, Pengertian, Tugas dan Fungsinya, sebenarnya telah kami jelaskan apa saja tugas dan fungsinya muasasah secara detil. Namun yang perlu digaris bawahi di sini, bahwa peran utama muasasah atau syarikah yang paling vital adalah sebagai perusahaan atau operator yang diberi lisensi oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk menerbitkan visa umrah dan haji.

Mengajukan Visa Umrah dan Haji

Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa visa umrah dan haji memiliki jalur sendiri yaitu melalui Muasasah atau Syarikah resmi yang di tunjuk Pemerintah Arab Saudi. Sehingga untuk beberapa negara yang ingin mengajukan kedua jenis visa ini harus melalui provider di masing-masing negaranya.

Provider di sini berbeda lagi, mereka bukanlah seperti syarikah atau muasasah yang memperoleh lisensi penerbitan visa, melainkan provider yang bekerjasama dengan syarikah atau muasasah di Arab Saudi. Artinya, sebenarnya mereka adalah retailer yang ada di tiap-tiap negara.

Di Indonesia sendiri, provider visa umrah dan haji harus terdaftar di Kementerian Agama sebagai bentuk pengawasan terhadap berbagai jenis indikasi tindak penipuan dalam proses penerbitannya atau penjualannya. Dengan kata lain, para travel agent yang ingin mengajukan visa bagi calon jamaahnya, harus mengajukan dulu kepada provider visa ini.

Perlu diketahui bahwa Syarikah atau Muasasah ini tidak menerima shortcut system (terhubung langsung dengan perorangan) dalam mengajukan visa, namun hanya terhubung dengan provider visa resmi di Indonesia. Artinya apabila terjadi hal-hal yang merugikan perseorangan, maka urusannya adalah langsung dengan provider tersebut.

Bersambung ……………

Mengenal Syarikah atau Muasasah dan Provider visa di Indonesia (Bagian 2)

Narasumber : Alphita Jaka Asmara, Operator Syarikah Al Hateem KSA untuk Visa Umrah dan Haji, founder Mandalika Wisata (Haramain).

Translate »