Kiswah, kain penutup ka’bah dan sejarahnya dari zaman kenabian hingga saat ini. Jika kemarin-kemarin saya tuliskan terkait berita haji dan umrah, kali ini saya ingin mengajak pembaca budiman untuk mengenal sejarah Kiswah.

Kiswah adalah kain yang menutupi Ka’bah di Mekah, Arab Saudi. Seperti diketahui bahwa kiswah ini setiap tahunnya akan diganti oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Fungsinya memang untuk menutupi seluruh bagian Ka’bah, yang menjadi kunjungan ibadah haji dan umrah setiap tahunnya.
Baca juga : Ongkos Haji 2025 Naik Lagi, Ini Penyebabnya
Sejarah Kiswah dari Masa ke Masa
Dilansir dari laman visitsaudi.com, pemerintahan Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al-Saud Pada tahun 1927, mendirikan sebuah bengkel khusus untuk membuat kiswah, yang memproduksi kiswah pertama. Namun, pada tahun 1977, bengkel tersebut digantikan oleh Pabrik Kiswah, yang berlokasi di Om Al-Joud, Mekkah.
Putra-putra Raja Abdulaziz juga menunjukkan perhatian besar, sehingga pada masa pemerintahan Raja Abdullah bin Abdulaziz Al-Saud, sistem elektronik, peralatan canggih, dan perangkat elektronik digunakan dalam proses tersebut. Selanjutnya, pada masa pemerintahan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, nama kompleks tersebut diubah menjadi “Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah”, dan saat ini diawasi oleh Presidensi Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Sejarah Kiswah memang memiliki perjalanan panjang, karena mencerminkan kekayaan tradisi dan penghormatan terhadap Ka’bah. Berikut ini adalah ringkasan sejarah Kiswah yang saya rangkum dari berbagai sumber.
- Zaman Pra-Islam, Sebelum Islam hadir, Ka’bah sudah dianggap sebagai tempat suci dan ditutupi dengan kain oleh suku Quraisy dan penguasa Makkah lainnya.
- Era Nabi Muhammad SAW, pada masa Nabi Muhammad SAW, Ka’bah ditutupi dengan kain dari Yaman. Beliau memulai tradisi penutupan Ka’bah dengan Kiswah.
- Era Khulafaur Rasyidin, dimana Khalifah Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab RA melanjutkan tradisi ini. Umar mengganti Kiswah dua kali dalam setahun, menggunakan kain linen Mesir yang disebut Qabati.
- Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, Pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah, Kiswah diganti setiap tahun dan mulai menggunakan kain yang lebih mewah dan berkualitas. Kemudian pada dinasti Abbasiyah, Kiswah mulai dihiasi dengan sulaman emas dan perak, dan tradisi ini terus berkembang hingga sekarang.
- Zaman Mamluk dan Ottoman, dimana Pada era Mamluk, Kiswah diproduksi di Kairo, Mesir, dan dikirim ke Makkah setiap tahun. Tradisi ini dilanjutkan oleh Kekaisaran Ottoman. Mereka membuat Kiswah di Istanbul dan mengirimnya ke Makkah.
- Era Modern, Setelah berdirinya Kerajaan Arab Saudi, produksi Kiswah dipindahkan ke Makkah. Pada tahun 1927, Raja Abdulaziz Al Saud mendirikan pabrik khusus untuk pembuatan Kiswah di Makkah.
Design, Bahan dan Produksi Kiswah
Kiswah terbuat dari Bahan sutra hitam dan dihiasi dengan sulaman benang emas dan perak. Desainnya biasanya bertuliskan ayat-ayat Al-Quran, sering kali dengan kaligrafi yang rumit namun indah. Kiswah sendiri diproduksi di pabrik khusus yang ada di Mekah.
Baca juga : 2025, Indonesia Dapat Kuota Haji 221.000, Ini Tahapan Rencananya
Adapun dalam Prosesnya melibatkan beberapa proses seperti menenun sutra, mewarnainya menjadi hitam, dan kemudian menyulamnya dengan benang emas dan perak. Secara keseluruhan, pembuatan Kiswah biasanya memakan waktu sekitar 8 hingga 10 bulan dengan estimasi proses sebagai berikut :
1. Persiapan Bahan (1-2 Bulan)
- Pengadaan Sutra: Sutra diimpor dan disiapkan untuk proses pewarnaan.
- Pewarnaan: Sutra diwarnai hitam untuk bagian luar Kiswah dan hijau untuk bagian dalam.
2. Penjahitan dan Penyulaman (5-6 Bulan)
- Penjahitan: Sutra yang sudah diwarnai dijahit menjadi lembaran besar sesuai ukuran Ka’bah.
- Penyulaman Ayat Al-Quran: Ayat-ayat Al-Quran disulam menggunakan benang emas dan perak. Proses ini memerlukan ketelitian dan keterampilan tinggi.
3. Perakitan dan Pemasangan (1-2 Bulan)
- Perakitan: Bagian-bagian Kiswah dirakit menjadi satu kesatuan utuh.
- Pemeriksaan dan Penyempurnaan: Kiswah diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada cacat atau kesalahan dalam sulaman dan jahitan.
- Pemasangan: Pada tanggal 9 Dzulhijjah, Kiswah dipasang menggantikan yang lama. Proses pemasangan memakan waktu satu hari penuh.
Selain itu, ada beberapa hal yang menjadi faktor yang mempengaruhi lamanya waktu pembuatan Kiswah ini seperti, kompleksitas dan kerumitan design, Keterampilan atau kompetensi pengrajin dan tentu saja kecanggihan peralatan dan teknologi demi kualitas yang baik.
Prosedur Penggantian Setiap Tahun
Kiswah diganti setiap tahun selama ibadah Haji. Hal ini karena Kiswah memiliki makna religius yang sangat penting bagi umat Islam. Ini melambangkan kesucian Ka’bah dan merupakan representasi visual dari kesakralan tempat tersebut. Lalu kiswah yang lama dibawa kemana?
Nah, ternyata kain Kiswah lama dipotong menjadi potongan kecil dan diberikan kepada individu, organisasi, dan negara-negara Muslim sebagai simbol penghormatan dan berkah. Untuk lebih rincinya, berikut ini proses distribusi kain kiswah lama antara lain :
1. Pembagian dan Distribusi
- Potongan Kecil: Kiswah yang lama dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Potongan-potongan ini kemudian didistribusikan sebagai suvenir atau hadiah.
- Pemberian Kepada Individu dan Organisasi: Potongan-potongan Kiswah lama diberikan kepada individu tertentu, termasuk pejabat pemerintah, tokoh agama, dan organisasi yang terkait dengan Islam.
- Negara-Negara Muslim: Beberapa potongan Kiswah juga diberikan kepada negara-negara Muslim sebagai simbol penghormatan dan persahabatan.
2. Pemanfaatan dan Penghormatan
- Museum dan Koleksi Pribadi: Sebagian potongan Kiswah disimpan di museum atau koleksi pribadi sebagai artefak bersejarah yang berharga. Contohnya adalah Museum Kiswah di Makkah yang menampilkan potongan-potongan Kiswah dari berbagai periode.
- Dekorasi Masjid dan Institusi Islam: Potongan Kiswah sering digunakan untuk mendekorasi masjid atau institusi Islam lainnya. Ini dilakukan untuk menghormati tempat-tempat tersebut dan sebagai simbol keberkahan.
- Pelelangan Amal: Beberapa potongan Kiswah kadang dilelang untuk tujuan amal. Hasil dari pelelangan ini kemudian digunakan untuk mendanai proyek-proyek kemanusiaan dan sosial.
3. Perlakuan Khusus
Peringatan Religius: Dalam beberapa kasus, potongan Kiswah digunakan dalam acara-acara keagamaan tertentu untuk memberikan berkah dan mengingatkan umat Islam tentang pentingnya Ka’bah dan ibadah Haji. Potongan Kiswah lama biasanya disimpan dengan cara yang aman dan terhormat. Ini untuk memastikan kain tetap terjaga dari kerusakan dan penghormatan tetap terjaga.
Nah demikian ulasan kali ini tentang kain Kiswah dan sejarah singkatnya, serta berbagai proses pembuatannya. Bagi anda yang akan berangkat haji atau umrah, minimal setelah membaca ini akan semakin menambah kerinduan untuk segera datang ke tanah suci Makkah, berdoa di depan Ka’bah.
Jangan lupa, untuk tanya-tanya gratis seputar visa langsung saja hubungi kami ya, tim mandalika wisata siap membantu anda.