0819-0909-0990 Admin mandalikawisata10@gmail.com

Umrah bulan Syawal memang lebih mahal, bagi yang masih belum paham, ini dia alasan kenapa umrah bulan syawal lebih mahal.

umrah kuota umrah syawal

Selain bulan Ramadhan, ternyata umrah di bulan Syawal juga tak kalah di minati. Entah karena bulan-bulan itu merupakan bulan setelah Lebaran atau justru karena mendekati waktu pelaksanaan Ibadah Haji.

Faktanya, harga paket umrah di bulan syawal bisa hampir menyamai harga paket di Bulan Ramadhan, bahkan melebihi. Hal ini terjadi karena sejumlah faktor pemicu utama yaitu kebijakan Pemerintah Arab Saudi menjelang persiapan musim haji ini.

Dilansir dari laman rri.co.id, adapun sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi tahun ini meliputi beberapa point seperti :
1. Pembatasan Kuota Visa Umrah untuk mancanegara dibatasi 2.500/hari
2. Kebijakan masa tinggal pemegang visa umrah dimana ditentukan waktu masuk Arab Saudi paling lambat 23 Mei 2024 dan harus sudah meninggalkan Arab Saudi sebelum tanggal 06 Juni 2024.

Dari kedua kebijakan di atas tentu saja menimbulkan dampak yang tidak bisa dikatakan simple. Pasalnya dampak pembatasan kuota yang saat ini sedang berlaku menimbulkan persaingan muasasah untuk mendapatkan kuota visa bagi agen travel di bawahnya. Sehingga ‘WAR VISA UMRAH’ pun tidak bisa dielakkan lagi. Padahal harga visa yang dijual bisa naik hingga 100% atau 2x lipat.

Baca juga: Terbaru! Harga Visa Umrah Naik, Dampak Pembatasan Kuota Umrah

Selain itu, dampak dari pemberlakuan masa tinggal visa umrah yang berbenturan dengan persiapan ibadah haji membuat agent travel harus segera menentukan pilihan, antara tetap berjuang dengan mengusahakan visa umrah, atau melakukan reschedule pemberangkatan (undur keberangkatan).

Dari tim kami sendiri saat tulisan ini diterbitkan lebih menyarankan untuk melihat situasi dan kondisi terkini. Apabila memang sudah sangat mepet, ada baiknya para agent travel umrah yang sudah beli tiket PP dan DP akomodasi untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait (maskapai untuk reschedule, pun dengan sejumlah muasasah atau organizer akomodasi di Arab Saudi).

Karena berspekulasi pun resikonya tidak kalah berat, antara kerugian materill terkait dana jamaah hangus di tiket,atau beban moril kepercayaan jamaah jadi rusak. Maka dari itu akan lebih baik bersikap realistis dan jujur pada jamaah terkait situasi dan kondisi yang ada saat ini.

Sebagai Informasi, Pemerintah Arab Saudi punya alasan tersendiri mengapa menerapkan aturan seperti ini. Alasannya tidak lain karena Pemerintah Saudi tidak mau lagi kecolongan oleh haji Ilegal yang memanfaatkan sisa ijin tinggal dari Visa Umrah untuk mengikuti prosesi Haji.
Baca juga : Cegah Haji Ilegal, Pemerintah Arab Saudi Berlakukan Smart Card Masuk Arafah


Translate ยป