Peringatan penting bagi anda yang akan Umrah mandiri, khususnya yang baru pertama kali atau belum mahfum terkait beberapa hal penting dalam pelaksanaan ibadah umrah.

Sebenarnya bagi yang akan umrah melalui travel mungkin tidak perlu bingung atau pusing karena pastinya sudah ada mutawif atau mutawifah atau muasasah yang akan menjadi pemandu selama perjalanan ibadah umrah di tanah suci. Namun akan berbeda bagi yang akan umrah dengan cara backpacker atau mandiri, maka wajib memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Tips Ketika Ihram (terutama yang umrah mandiri)
Dilansir dari laman Almanaj terdapat peringatan atau tips yang harus diperhatikan ketika ihram antara lain :
- Bahwa Tidak ada ketentuan sedikit pun tentang warna pakaian yang harus dikenakan, sehingga Sebagian orang yang pergi umrah atau ketika ihram miqat boleh mengenakan warna apa saja, khususnya bagi wanita yang paling penting adalah tidak menerawang, tertutup dan menutup aurat.
- Talbiyah yang dilakukan adalah hendaknya setiap Haji mengucapkan talbiyah sendiri-sendiri, tidak ada kewajiban harus bersama-sama atau serentak dalam satu rombongan
- Tidak diharuskan seorang yang sedang ihram, baik laki-laki maupun wanita mengenakan terus pakaian yang ia kenakan ketika ihram sepanjang ibadahnya, tetapi dibolehkan ia menggantinya kapan dia suka.
- Hendaknya setiap jamaah benar-benar memperhatikan masalah menutup aurat, sebab sebagian laki-laki terkadang auratnya terbuka di depan orang lain, misalnya ketika duduk atau tidur, sedang dia tidak merasa.
- Seorang wanita wajib menutupi wajahnya ketika ihram. Di antara dalil masalah ini adalah ucapan Aisyah radhiallahu anha:
كََانَ الرُّكْبَانُ يَمُرُّوْنَ بِنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُوْلِ اللَّه مُحْرِِِمَات، فَإِذَا حَاذَوْابِنَا أَسْدَلَتْ إحْدَانَا جِلبَا بَهََا عَلَى وجْهِهَا، فإِ ذَا جَا وَزُوْنَا كَشَفْنَاهُ
Dahulu ada kafilah yang melewati kami, sedang kami dalam keadaan ihram bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika mereka telah dekat dengan kami, salah seorang dari kami mengulurkan jilbabnya ke wajahnya, dan ketika mereka telah lewat, kami membukanya kembali. [HR. Ahmad dan Abu Daud dengan sanad hasan].
Dan dari Asma’ binti Abi Bakar radhiallahu anha, ia berkata:
كُنَّانُغَطِّيْ وُجُوْ هَنَا مِنَ الرِّجَالِ، وَكُنَّا نَمْتَشِطُ قَبْلَ ذَلِكَ فِي اْلإِحْرَام
Kami menutupi wajah kami dari (penglihatan) laki-laki dan sebelumnya kami menyisir rambut ketika ihram. [Dikeluarkan Al-Hakim dan lainnya, atsar ini shahih].
2. Perhatikan Ketika Thawaf bagi umrah mandiri
Selanjutnya ketika thawaf, Beberapa hal penting yang harus dan penting diperhatikan antara lain :
- Jika wudhu Anda batal di tengah-tengah melakukan thawaf, maka keluar dan berwudhulah, lalu ulangilah thawaf Anda dari awal, karena Bersuci adalah syarat sahnya thawaf.
- Jangan lupa menutupi kedua pundak Anda, sebab menutupi keduanya dalam shalat adalah wajib. Kemudian Jika di tengah-tengah Anda melakukan thawaf didirikan shalat, atau Anda mengikuti shalat jenazah, maka shalatlah bersama mereka lalu sempurnakanlah thawaf Anda dari tempat mana Anda berhenti.
- Boleh dan tidak mengapa jika anda ingin istirahat sejenak untuk minum air atau pindah dari lantai bawah ke lantai atas atau sebaliknya di tengah-tengah thawaf.
- Yang paling sering adalah jika ragu-ragu tentang bilangan putaran, maka pakailah bilangan yang Anda yakini lebih baik ambil putaran yang lebih sedikit. Contoh : Jika Anda ragu-ragu apakah Anda telah melakukan thawaf tiga atau empat kali maka tetapkanlah tiga kali, tetapi jika Anda lebih mengira bilangan tertentu maka tetapkanlah bilangan tersebut.
- Idhtiba (menyampirkan kain ihram ke pundak kiri dan membuka pundak kanannya terbuka hingga bagian bawah ketiak bagi laki-laki) dilakukan hanya ketika thawaf yang pertama;
3. Selesai Thawaf
Penting diketahui bahwa ketika selesai putaran ketujuh, Shalat dua raka’at thawaf hukumnya sunnah dikerjakan di belakang maqam Ibrahim, tetapi melakukannya di tempat mana saja dari Masjidil Haram juga dibolehkan.
Termasuk keliru atau kurang tepat apabila shalat di belakang maqam Ibrahim pada saat orang penuh sesak, sehingga dengan demikian menyakiti orang lain yang sedang thawaf.sebaiknya ia mundur ke belakang sehingga jauh dari orang-orang yang thawaf, dan hendaknya ia menjadikan posisi maqam Ibrahim antara dirinya dengan Ka’bah, atau bahkan boleh melakukan shalat di mana saja di Masjidil Haram.
4. Sa’i antara shafa dan marwah
Tips penting selanjutnya Terkait Sa’i, Ada dua bid’ah saat thawaf dan sa’i yang tersebar di sebagian orang dan dipercayai, diantaranya adalah jemaah Terpaku dengan do’a-do’a tertentu pada setiap putaran, sebagaimana ditemukan dalam buku-buku kecil dan yang lain adalah
Jama’ah berdo’a bersama-sama dengan di-komando oleh seorang pemimpin (rombongan) dengan koor (satu suara) dan keras.
Anda sebagai jamaah endaknya mewaspadai kedua bid’ah di atas, sebab tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabatnya.
Download tuntunan tata cara umrah dan berbagai doanya di bawah ini
Nah demikian beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh anda jemaah umrah backpacker atau mandiri. Kami dari Mandalika Wisata yang merupakan Al Hateem Group siap membantu menjawab pertanyaan Apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan terkait umrah maupun haji dengan hubungi kami ya.
Atau cek layanan Visa kami dan paket lainnya di bawah ini