0819-0909-0990 Admin mandalikawisata10@gmail.com

Mengenal sedikit tentang Baseer, sebuah aplikasi pengelola kerumunan jamaah yang diluncurkan Pemerintah KSA untuk kelancaran ibadah haji dan umrah. Pemerintah Arab Saudi memang tak hentin-hentinya meningkatkan layanan haji dan umrah dari tahun ke tahun.

Baseer dan jamaah haji
Kepadatan jemaah di makkah saat musim haji dan umrah ramadhan

Dilansir dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pada 29 Maret 2025 lalu, SPA – Kementerian Dalam Negeri, yang diwakili oleh Keamanan Umum, mengumumkan keberhasilan pengoperasian platform Baseer. Platform ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Otoritas Data dan AI Saudi (SDAIA), yang secara efektif mengelola kerumunan orang di Masjidil Haram selama musim haji dan umrah, khususnya selama Ramadhan 1446 Hijriah.

Tips sehat dari Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenag RI. Sumber: kemenag.go.id

Mekanisme Aplikasi Baseer untuk kelancaran arus jamaah haji dan umrah

Mekanisme kerja aplikasi Baseer dirancang untuk kelancaran arus jamaah yang sangat padat saat musim haji, dan umrah selama ramdhan. Lebih lanjut, Platform ini menggunakan analitik data canggih dan kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan kelancaran dan keamanan masuk dan keluarnya jemaah dan peziarah, yang secara signifikan meningkatkan manajemen arus kerumunan di masjid.

Baca juga : Lion Air Jadi Armada resmi Haji Tahun ini, Alasannya?


Di samping itu, Baseer menggunakan visi komputer yang canggih untuk memantau kondisi waktu nyata. Bahkan secara akurat menghitung hingga 30.000 pengunjung secara bersamaan di area Mataf (tawaf). Analisis data real-time yang akurat ini mendukung pihak berwenang dalam mengatasi masalah kemacetan dengan cepat, sehingga memastikan keamanan dan kenyamanan yang optimal bagi para jamaah dan jemaah.


Dengan memanfaatkan teknologi AI yang canggih, Baseer menganalisis pergerakan lebih dari 1 juta jemaah setiap hari. Selain itu mampu memfasilitasi manajemen kerumunan yang efisien selama sholat harian dan mencegah kemacetan. Sistem pemrosesan berkapasitas tinggi dari platform ini akan menganalisis data video yang luas untuk mengidentifikasi perilaku jamaah. Dan secara efektif mengelola kerumunan besar di dalam Masjidil Haram.

Hal inilah yang mencerminkan komitmen Kerajaan Arab Saudi, yang dipandu oleh para pemimpinnya, untuk mengintegrasikan data mutakhir dan teknologi AI. Dengan demikian, upaya inovatif ini selaras dengan tujuan Program Pengalaman Peziarah, komponen utama dari Visi Saudi 2030, yang memperkuat dedikasi pemerintah untuk meningkatkan pengalaman peziarah di tempat-tempat suci.

Baca juga :

Syarat Haji 2025 : Kartu JKN harus aktif untuk bisa berangkat

Translate ยป