Tasreh Raudah, bagi sebagian besar orang yang pernah pergi umrah atau haji tentunya ini sudah tidak asing lagi, pun dengan mereka yang sudah berkecimpung di dunia bisnis perjalanan umrah dan haji. Namun faktanya banyak juga yang salah kaprah terkait keberadaan Tasreh ini.

Belum lagi tentang maraknya cerita penipuan tasreh raudah di sejumlah medsos yang kami baca, tentunya menimbulkan sedikit keprihatinan. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini saya paparkan sedikit mengenai hal ini agar tidak terjadi lagi penipuan dan salah kaprah terkait tasreh raudah.
Kita bahas kenapa juga orang orang bisa jual tasreh raudah di ‘jalanan’.
Bismillah…
Apa Itu Tasreh Raudah?
Tasreh adalah surat keterangan izin untuk masuk ke Raudhah. Tasreh raudah adalah tasreh yg dikeluarkan oleh kementerian haji saudi melalui platform nusuk untuk mengatur jadwal keluar masuk jamaah umrah ke dalam raudah.
Adapun raudah adalah lokasi diantara kamar nya Ibunda Aisyah (yang menjadi lokasi dimakamkan Rasulullah ) dengan mimbar Rasullullah Yang disebutkan keutamaannya dalam hadits sebagai salah satu taman dari taman taman surga.
Alasan Pemberlakuan Tasreh
Seperti telah disebutkan di atas, bahwa raudah adalah salah satu taman dari taman-taman surga, maka tentu saja menjadi salah satu tujuan utama pengunjung ataupun jamaah umrah dan haji. Sehingga tentu saja kurang lengkap rasanya jika ke Madinah tanpa berziarah ke raudah.
Namun inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa Pemerintah Arab Saudi memberlakukan tasreh, karena jumlah jamaah yang hendak masuk raudah tiap tahun semakin meningkat, maka kerajaan saudi memberlakukan tasreh masuk untuk mengatur waktu kunjungan ke raudah. Dalam satu sesi kunjungan biasanya akan dibatas 30 menit saja.
Cara Memperoleh
Lalu bagaimana cara memperoleh tasreh (ijin masuk) ini. Untuk mendapatkan tasreh raudah bisa melalui dua cara seabgai berikut :
1. Apply Mandiri Melalui Aplikasi Nusuk
2. Meminta Tasreh kepada muasasah yang menerbitkan visa
Perlu diketahui bahwa kedua jenis layanan di atas tidak dipungut biaya alias gratis.
Baca Juga : Mengenal Syarikah, Muasasah dan Provider Visa Arab Saudi (Bag. 1)
Bisnis Jual Beli Tasreh
Jikalau bisa gratis, lalu kenapa ada bisnis jual beli tasreh? Nah berikut kami paparkan beberapa alasan sesuai fakta di lapangan sebagai berikut :
Mepet Apply Visa
Ini alasan yang paling sering, dimana ada saja group umrah (biasanya mandiri) yang ketika apply visa lewat muasasah tidak mendapatkan tasreh (visa only tanpa tasreh raudah). Hal ini disebabkan biasanya karena waktu apply visanya mepet dan tidak mendapatkan jadwal sesuai dengan jadwal saat mereka berada di madinah.
Tasreh Grup dari Muasasah
Muasasah biasanya mengeluarkan tasreh visa grup dalam bentuk satu lembar. Dalam satu lembar tasreh ini maksimal 20 orang jamaah yang biasanya satu paket dengan visa. Begitu visa di issued, maka lembar visa dan pdf tasreh pun juga dikirimkan kepada travel pun ke orang lapangan Mutawwif/mutawwifah.
Tasreh Tak Terpakai dijual Oknum Lapangan
Nah, siapakah oknum yang biasa bermain memperjualbelikan tasreh raudah ini? iya, ini adalah orang lapangan alias oknum mutawwif atau mutawwifah yang tidak bertanggung jawab. Kenapa? Karena saat lembar tasreh grup misalnya sudah dipegang, oknum ini bisa menjual nya kepada grup lain yang membutuhkan saat itu, dengan hanya mengedit lembar pdf tersebut.
Faktanya, petugas di pintu masuk raudah juga tidak akan melakukan pengecekan atau pencocokan data yang ada dalam lembar tasreh tersebut, sehingga penyalahgunaan data jamaah dalam lembaran tersebut pun tak ketahuan.
Kerugian bagi Jamaah dan Muasasah
Selalu ada dampak dari perbuatan atau prosedur curang seperti ini, tidak hanya bagi jamaah namun juga bagi Muasasah selaku penerbit Visa. Contoh bagi Muasasah, ketika ada jamaah travel yang issued visanya dikeluarkan bersama tasreh ternyata tasreh ter scan merah (alias sudah digunakan) maka travel akan komplain kepada muasasah, “kenapa tasreh sudah terpakai?”
Atau bagi jamaah yang saat akan masuk raudah namun akhirnya harus mundur karena ter scan merah sehingga harus menunda masuk raudah bahkan bisa jadi tidak dapat masuk (biasanya dikejar jadwal kegiatan). Tentu sangat merugikan bagi pihak-pihak tertentu.
Tips tasreh gratis Bagi Jamaah
Nah, pernah mengalami masuk madinah tapi belum dapat tasreh? Pasti panik dong, karena itu kan salah satu tujuan utama ke Madinah, berikut kami sampaikan beberapa tips mendapatkan tasreh agar ibadah anda atau jamaah lancar sebagai berikut :
- Biasakan agar saat Apply visa jangan mepet dari tanggal keberangkatan (khusus group),sehingga muasasah tidak kewalahan untuk mendapatkan tasreh yang sesuai jadwal kunjungan.
- Diskusikan dengan pihak muasasah terkait tasreh raudah saat belum apply visa (Visa belu di ajukan)
- Untuk group umrah mandiri atau perorangan langsung download aplikasi nusuk sesaat setelah visa keluar dan apply mandiri tasreh nya. Karena muasasah biasanya ‘eman – eman’ kalo mau apply tasreh buat perorangan.
- Bagi jamaah perorangan jika masih kesulitan, bisa meminta bantuan ke meja bantuan di dekat pintu masuk raudah.
Dan perlu diketahui regulasi terbaru adalah masuk raudah hanya bisa Satu kali dalam 365 hari, Jadi yang umrah berulang, jika mau masuk berulang harus beli tasreh raudah ‘atas nama orang lain’.
Tips Bagi Provider (Muasasah)
Bagi pihak provider visa , Untuk menghindari tasreh raudah jamaah anda disalahgunakan sebelum waktunya, kami sarankan agar anda tidak mengirimkan tasreh tersebut ke mutawwif jauh jauh hari. Kepada Mutawwif Cukup diinformasikan jadwal kunjungan saja. Dan sesaat sebelum masuk raudah barulah dikirimkan dan siapkan mandoob (Tim Lapangan ) ke lapangan.
Hal ini untuk mengantisipasi banyaknya kejadian, dimana tasreh sudah di kirimkan ke travel, tapi ada oknum yang bermain, sehingga saat akan digunakan jamaah, tasreh tersebut terbaca merah atau sudah pernah digunakan. tentunya ini akan kemudian berujung travel komplain ke provider atau muasasah.
Saya tuliskan berdasarkan kejadian lapangan alias true story setelah sekian lama jadi operator Visa Al Hateem di sini (Arab). Sekian sedikit informasi mengenai seluk beluk tasreh raudah. Salam hangat.
Perwakilan muasasah Alhateem untuk Asia Timur dan Tenggara
Alphita J.A,S.AP.,M.M