Bagaimana Tradisi Idul Fitri di Tanah Suci atau Arab Saudi? Simak liputan berikut ini.

Penetapan Hari Raya Idul Fitri
Hari Raya Idul Fitri tinggal hitungan hari, di lansir dari laman Viva.co.id, kemungkinan Hari Raya Idul Fitri di Arab Saudi akan jatuh pada tanggal 10 April 2024.
Hal ini berdasarkan pengumuman dari Mahkamah Agung Arab Saudi yang telah mengumumkan kepada seluruh umat Islam dan ahli di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi, untuk melihat penampakan bulan sabit Syawal 1445 Hijriah, yang menandai akhir Ramadhan, pada hari Senin, 8 April 2024.
Lebih lanjut, diketahui juga bahwa Ramadhan di Arab Saudi dan di sebagian besar negara Arab lainnya dimulai pada tanggal 11 Maret. Namun, jika Arab Saudi menetapkan 1 Syawal jatuh pada tanggal 10 April 2024, maka bulan Ramadhan akan digenapkan selama 30 hari.
Berbeda dengan di Indonesia yang awal mulai puasa ramadhan jatuh pada tanggal 12 April 2024, maka apabila hasil pengamatan Hilal nantinya juga menetapkan bahwa 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada tanggal 10 April, secara otomatis umat muslim di Indonesia hanya berpuasa selama 29 hari.
Tradisi di Arab Saudi
Tradisi Perayaan idul Fitri di tiap-tiap negara bisa berbeda-beda. Umumnya di Indonesia perayaan hari raya idul fitri biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti bersih-bersih rumah di hari terakhir ramadhan, mempersiapkan menu hidangan untuk sarapan pagi di hari raya, ataupun mempersiapkan berbagai keperluan shalat Ied dan tradisi silaturrahmi lainnya.
Lalu, bagaimana dengan tradisi idul fitri di Arab Saudi?
Sebenarnya tradisi perayaan Idul Fitri di Arab Saudi tidak jauh berbeda dengan negara-negara lainnya. Dimana di hari-hari terakhir Ramadhan penduduk Arab Saudi akan sibuk mempersiapkan rumah dengan kegiatan seperti membersihkan rumah dan memasang dekorasi atau pernak-pernik.
Warga Saudi juga mempersiapkan baju yang bakal dipakai saat Salat Id. Mereka akan menyetrika, lalu menyemprotkan dengan wewangian khusus.
Di malam Idulfitri, Warga Saudi juga banyak yang begadang hingga pagi hari menyambut malam Idulfitri. Saat pagi tiba, mereka tak langsung tidur, tetapi bersiap untuk melaksanakan salat Ied.
Usai salat subuh, masjid-masjid di Saudi juga akan dipenuhi orang dari segala usia untuk melaksanakan salat Idulfitri.
Selama lebaran, mereka juga sering menerima uang atau disebut eidiya (di Indonesia lazimnya disebut Hol). Nominalnya beragam dan sesuai keikhlasan pastinya.
Setelah salat Ied selesai, biasanya jamaah akan saling menyapa di masjid sambil mengucapkan “Kul Aam wa Antum Bekhair (Semoga Anda selalu sehat dan diberkati setiap tahun).”
Ada juga tradisi yang disebut-sebut berasal dari Rasulullah, dimana pada saat pulang dari Masjid, mereka tidak akan mengambil jalan yang sama seperti ketika berangkat tadi.
Selebihnya, tiap-tiap keluarga akan berkumpul untuk menikmati hidangan hari raya yang mewah bersama keluarga dan para kerabatnya.
Nah demikian ulasan Tim Mandalika Wisata kali ini terkait tradisi Idul Fitri di Arab Saudi. Jika anda suatu saat berminat merayakan hari Raya Idul fitri di Tanah suci, jangan segan untuk hubungi kami terkait visa ya. Semoga bermanfaat.