0819-0909-0990 Admin mandalikawisata10@gmail.com

Haji 2024, kabar terkini. Garuda dinilai merepotkan jamaah dand petugas haji saat kepulangan. Hal ini disebabkan karena Garuda gagal mendapatkan slot pemberangkatan proses pemulangan sebanyak 46 kloter kemarin (25/6/2024).

haji 2024, garuda indonesia dinilai merepotkan
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid di Makkah, sumber kemenag.go.id

Dilansir dari laman Kemenag.go.id, Garuda Indonesia mengubah rute penerbangan 46 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia gelombang I. Jemaah yang seharusnya pulang dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, berubah menjadi pulang melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Baca juga : Haji Terkini, Fasilitas Tanazul Bagi Lansia dan Risti

Hal ini tentu saja mempengaruhi alur kepulangan jamaah haji yang telah diatur sedemikian rupa, untuk memperlancar proses pemulangan sejak awal. Kegagalan Garuda Indonesia dalam menyediakan slot time di Bandara Jeddah ini akhirnya membuat Perwakilan Kemenag di Makkah harus merubah alur kepulangan.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid di Makkah, pada Senin (24/6/2024) kemarin juga menyampaikan, bahwa Perubahan slot time tersebut, dampaknya sangat merepotkan. Karena jamaah yang seharusnya bisa dipulangkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, berubah menjadi melalui bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.

Tentunya hal ini akan mengakibatkan perjalanan panjang lagi bagi jamaah sebelum akhirnya bisa terbang kembali ke Indonesia. Subhan juga mengungkapkan, bahwa ini juga berdampak sistemik.

Baca juga : Haji 2024, Ini Jadwal Kepulangan Jamaah Asal Indonesia Per Kloter

“Jarak Makkah ke Jeddah kurang lebih 1,5 jam waktu tempuh. Sementara Makkah ke Madinah bisa lebih 8 jam. Ini tentu merepotkan dan melelahkan jemaah” ujarnya menambahkan.

Lebih rinci berikut ini dampak yang ditimbulkan akibat perubahan rute pemulangan, akibat gagalnya Garuda Indonesia mendapatkan slot terbang antara lain :

  1. Perubahan lokasi Bandar udara untuk pemulangan, yang tadinya melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, berubah menjadi melalui bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.
  2. Perubahan rute yang harus ditempuh, dari yang semula berjarak 1,5 jam dari kota Makkah, kini jamaah harus menempuh rute sekitar 8 jam dari Makkah ke Madinah untuk sampai ke bandara.
  3. Terpecahnya konsentrasi petugas. Dalam kondisi normal, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Bandara, semestinya terkonsentrasi pemulangan jemaah haji gelombang I di Jeddah. Akibat perubahan rute, petugas harus membagi pelayanan di Madinah.
  4. Perubahan rute pemulangan mengharuskan penyiapan layanan di Madinah di luar jadwal yang telah direncanakan. Layanan tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
  5. Selain itu, perubahan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan ta’limatul hajj yang mengharuskan perjalanan haji satu rute. Jika kedatangan melalui Madinah, maka kembali melalui Jeddah, dan sebaliknya. Ini semua diatur secara sistem di e-hajj.
  6. Keterlambatan pemulangan karena tim e-hajj dari Kementerian Haji dan Umrah harus mengubah sistem khusus untuk 46 kloter tersebut. Waktu keberangkatan juga harus dimajukan 24 jam lebih cepat agar jemaah memiliki waktu untuk beristirahat

Nah untuk lebih jelasnya, berikut ini kami sampaikan ke 46 kloter yang disesuaikan pemulangannya dari seharusnya terbang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, menjadi melalui Bandara AMAA Madinah sebagai berikut :

1. Embarkasi Banjarmasin (BDJ): BDJ 1, BDJ 2, BDJ 4, dan BDJ 7;
2. Embarkasi Balikpapan (BPN): BPN 1;
3. Embarkasi Medan (KNO): KNO 2, KNO 3, KNO 4, KNO 7, KNO 8, dan KNO 9;
4. Embarkasi Padang (PDG): PDG 3, PDG 6, dan PDG 8;
5. Embarkasi Solo (SOC): SOC 1, SOC 2, SOC 3, SOC 5, SOC 10, SOC 11, SOC 15, SOC 16, SOC 17, SOC 19, SOC 20, SOC 21, SOC 23, SOC 24, SOC 25, SOC 26, SOC 29, SOC 30, SOC 31, SOC 33, SOC 34, SOC 35, SOC 36, dan SOC 38;
6. Embarkasi Makassar (UPG): UPG 1, UPG 3, UPG 5, UPG 7, UPG 8, UPG 10, UPG 13, UPG 14.

Terakhir, bagi anda yang mungkin mengeluhkan layanan dari petugas haji di Madinah saat kepulangan, sebaiknya juga memahami bahwa ini di luar kendali atau kuasa mereka. Bukan apa-apa, hal ini juga kami sampaikan agar jamaah budiman lebih bijak dalam menyikapi kejadian seperti ini.

Bagi yang ingin konsultasi visa umrah dan haji gratis, tetap bisa menghubungi kami ya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Translate ยป