Wakil Menteri (Wamen) Haji dan Umrah Bidang Ziarah Arab Saudi, Muhammad Abdurrahman Al-Bijawi bersama delegasi Mecca Road mengunjungi Bandara Soekarno Hatta pada 26/02/2024. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dan memastikan kesiapan Fast Track bagi jemaah haji Indonesia.

Dilansir dari laman resmi Kemenag, Rombongan ini langsung meninjau alur kedatangan jemaah yang berada di lantai bawah Terminal 2F, lokasi atau tempat fasilitas fast track hingga pintu keberangkatan jemaah serta Terminal 3 dan ruangan Umrah Service Center.
Apa itu Fast Track?
Dari keterangan Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief menuturkan bahwa Layanan Fast track adalah suatu platform di mana jemaah diberikan kemudahan akses keimigrasian di Tanah Air dan tidak lagi saat tiba di Arab Saudi, yang meliputi pengecekan Visa dan Paspor.
Dengan kata lain, jemaah haji tidak perlu lagi repot terhadap pemeriksaan keimigrasian saat tiba di Arab Saudi nanti. Lebih Lanjut Hilman juga menuturkan bahwa tahun ini sebanyak 55 ribu Jemaah Haji reguler 1445H/2024 M akan mendapat fasilitas layanan fast track di Bandara Soekarna-Hatta.
Kemudian Kemenag bersama instansi terkait juga mencoba memperluas cangkupan layanan jemaah yang akan mendapatkan fasilitas fast track di bandara Juanda Surabaya dan Solo. Delegasi juga akan meninjau kesiapan di dua bandara tersebut nantinya.
Apa Keuntungannya?
Adanya layanan fast track ini dianggap penting bagi Jemaah Haji. Layanan fast track akan memudahkan Jemaah Haji dalam proses pengecekan dokumen keimigrasian, seperti visa dan paspor. Sebab, prosesnya sudah dilaksanakan di bandara asal Jemaah Haji.
Pada kesempatan itu Hilman juga menuturkan bahwa jika dua bandara yakni Juanda Surabaya dan Adi Sumarmo Solo nantinya memenuhi syarat pelayanan fast track, maka total ada 128 ribu jemaah dapat menikmati layanan tersebut. Artinya, Indonesia akan menjadi negara terbesar pengguna fast track di musim haji 1445H/2024M.
Nah bagi anda yang ingin tanya-tanya seputar haji dan umrah bisa hubungi kami gratis. Semoga informasi ini bermanfaat.