0819-0909-0990 Admin mandalikawisata10@gmail.com

Bagi anda pelaku umrah backpacker ada baiknya tahu terlebih dahulu tata cara pelaksanaan umrah lengkap sebelum berangkat. Hal ini tentu saja untuk menjamin ibadah umrah yang anda lakukan berjalan lancar dan sah secara ketentuan agama.

Ilustrasi Umrah backpacker

Dilansir dari situs Almanhaj dan sejumlah sumber lainnya, ini dia sejumlah tata cara melaksanakan umrah yang harus diketahui dan dipahami.

1. Miqat

Miqat merupakan bagian wajib dalam rangkaian haji atau umroh. Secara singkat Miqat merupakan tempat dan waktu yang ditetapkan Nabi Muhammad SAW sebagai pintu masuk untuk memulai haji dan umroh. Ada 2 jenis miqat yaitu miqat zamani dan miqat makani.

Miqat zamani merupakan waktupelaksanaan ibadah haji dan umrah. Miqat zamani untuk haji dimulai pada saat bulan Syawal, sampaiterbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Sedangkan bagi ibadah umrah, miqat zamani berlaku sepanjang tahun. Sementara Miqat makani memiliki arti batas tempat untuk memulai ihram haji atau umrah.

Miqat makani menjadi tempat dimulainya niat haji dan umroh dan melaksanakan ihram. Jamaah sudah mengucapkan niat,berpakaian ihram, melaksanakan sholat sunnah rakaat di lokasi miqat, dan menuju kota Mekkah untuk melakukan thawaf dan sa’i. Terdapat beberapa tempat yang ditentukan untuk mengambil miqat diantaranya :

  1. Dzul Hulaifah atau Bir Ali biasanya jemaah asal Indonesia akan melakukan miqat dari sini, dan biasanya menginap di madinah terlebih dahulu sebelum berangkat menuju mekkah.
  2.  As Sail atau Qarn al-Manazil biasanya jamaah dari Dubai ataupun jemaah lain yang melewatinya akan mengambil miqat dari sini
  3. Juhfah yang biasanya dilewati oleh jamaah asal Syria, Yordania, Mesir dan Lebanon
  4. Zatu Irqin  yang digunakan untuk miqat oleh jamaah asal Iran, Irak, dan jamaah dari negara yang melewatinya
  5. Yalamlam biasanya digunakan oleh jemaah dari Yaman dan mereka yang melalui rute yang sama, seperti jemaah dari India, Pakistan, China, dan Jepang.

Perlu diperhatikan bahwa disunahkan untuk mandi sebelum memasuki kota Mekkah atau Ihram dari Miqat. Selain itu diperbolehkan juga mengusapkan minyak wangi ke bagian tubuh, misalnya ke rambut dan jenggot, namung tidak boleh mengusapkan minyak wangi ke pakaian ihram. Jika pakaian ihram terkena minyak wangi maka cucilah.

Hindari pakaian yang berjahit. Kenakan selendang dan kain putih, juga sandal. selain itu perlengkapan seperti Payung, kaca mata, cincin dan sabuk boleh dikenakan oleh orang yang sedang ihram.

Adapun bagi wanita, maka ia mandi meskipun haid, lalu mengenakan pakaian yang ia kehendaki, tetapi harus memenuhi syarat hijab, sehingga tidak tampak sesuatu pun dari bagian tubuhnya. Juga tidak berhias dengan perhiasan dan tidak memakai minyak wangi serta tidak menyerupai laki-laki.

2. Dahulukan Kaki Kanan dan Membaca do’a Ketika Sampai di Masjidil Haram

Disunnahkan untuk mendahulukan kaki kanan ketika hendak masuk di Masjidil Haram sembari membaca doa, sesuai dengan hadits Rasulullah SAW : “Jika salah seorang di antara kamu masuk masjid, maka ucapkanlah sholawat atas nabi dan membaca: “Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.”

Adapun doanya sebagai berikut :

،بسْمِ اللَّه، والصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَىرَسُوْاللِّه، اَللّهُمَّ َافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِك أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu’. ‘Aku berlindung kepada Allah Yang Mahaagung dan dengan WajahNya Yang Mahamulia serta KekuasaanNya Yang Mahaazali dari setan yang terkutuk.

3. Thawaf

Prosesi thawaf dilakukan mulai dari hajar aswad mengelilingi ka’bah searah yang berlawanan dengan arah jarum jam (ka’bah berada di sisi sebelah kiri anda). Di setiap putaran thawaf anda harus menghadap pada ka’bah (hajar aswad) ucapkan, Allahu Akbar, lalu usaplah hajar aswad itu dengan tangan kanan kemudian ciumlah.

Jika Anda tidak mampu menciumnya maka usaplah hajar aswad itu dengan tangan atau dengan lainnya, lalu ciumlah sesuatu yang dengannya Anda mengusap hajar aswad. Jika Anda tidak mampu melakukannya, maka jangan mendesak orang-orang (untuk mencapainya), tetapi berilah isyarat kepada hajar aswad dengan tangan sekali isyarat (dan jangan mencium tangan anda).

Tuntunan Praktis Ibadah haji dan Umrah atau klik Disini

Selanjutnya, Jika Anda telah sampai ke Rukun Yamani maka usaplah dengan tangan jika hal itu memungkinkan-, tetapi jangan menciumnya. Jika tidak bisa mengusapnya maka jangan memberi isyarat kepadanya. Dan disunnahkan ketika Anda berada di antara Rukun Yamani dan hajar aswad membaca do’a:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api Neraka.

4. Shalat 2 Rakaat Thawaf

Setelah selesai thawaf ketika mendekati hajar aswad, tutuplah pundak anda yang kanan, kemudian pergilah menuju maqam Ibrahim, jika hal itu memungkinkan, lalu ucapkanlah firman Allah:

وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. [Al-Baqarah/2: 125].

Posisikan diri anda berada di tengah-tengah antara maqam dengan Ka’bah, jika memungkinkan, lalu shalatlah dua rakaat. Pada raka’at pertama Anda membaca, setelah Al-Fatihah- surat Al-Kafirun dan pada raka’at kedua surat Al-Ikhlash .

5. Minum Air zam-zam dan mengusap Hajar Aswad

Selepas shalat 2 rakaat thawaf, anda kemudian pergi ke arah dimana air zam-zam tersedia dan minumlah airnya. Lalu berdo’alah kepada Allah dan tuangkan air zam-zam di atas kepala anda. Jika memungkinkan, pergilah ke hajar aswad dan usaplah.

6. Naik ke Bukit Shafa

Selanjutnya naiklah ke bukit shafa dan apabila telah mendekati bukit shafa anda akan membaca firman Allah yang berbunyi

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ

Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah. [Al-Baqarah/2: 158]

Kemudian ucapkanlah: أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ

Kami memulai dengan apa yang dengannya Allah memulai.

Kemudian naiklah ke (bukit) Shafa dan menghadaplah ke Ka’bah lalu bertakbirlah tiga kali dan ucapkan:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي ويُمِييْتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya, hanya bagiNya segala kerajaan dan hanya bagiNya segala puji dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang haq melainkan Dia, tiada sekutu bagiNya, yang menepati janjiNya, yang memenangkan hambaNya dan yang menghancurkan golongan-golongan (kafir) dengan tanpa dibantu siapa pun.

Ulangilah dzikir tersebut sebanyak tiga kali dan berdo’alah pada tiap-tiap selesai membacanya dengan do’a-do’a yang Anda kehendaki.

7. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Prosesi Sa’i dilakukan dengan menuruni bukit shafa untuk menuju bukit marwah. apabila Anda berada di antara dua tanda hijau, lakukanlah sa’i dengan berlari kecil (khusus untuk laki-laki dan tidak bagi wanita). Jika Anda telah sampai di Marwah, naiklah ke atasnya dan menghadaplah ke Ka’bah, kemudian ucapkan sebagaimana yang Anda ucapkan di Shafa.

Demikian hendaknya yang Anda lakukan pada putaran berikut-nya. Pergi (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu kali putaran dan kembali (dari Marwah ke Shafa) juga dihitung satu kali putaran hingga sempurna menjadi tujuh kali putaran. Karena itu, putaran sa’i yang ke tujuh berakhir di Marwah. Tidak ada dzikir (do’a) khusus untuk sa’i, karena itu perbanyaklah dzikir dan do’a serta membaca Al-Qur’an.

8. Bercukur

Setelah selesai dengan prosesi Sa’i maka selanjutnya anda wajib untuk mencukur rambut Anda (sampai bersih) atau pendek. Bagi orang yang menunaikan umrah, mencukur (gundul) rambut adalah lebih utama, kecuali jika waktu haji sudah dekat, maka memendekkan rambut lebih utama, sehingga mencukur (gundul) rambut dilakukan pada waktu haji.

Adapun bagi wanita, maka hendaknya ia mengumpulkan rambutnya dan mengambil daripadanya kira-kira seujung jari. Jika rambutnya keriting (tidak sama panjang ujungnya) maka harus diambil dari tiap-tiap kepangan (genggaman).

Jika hal di atas telah Anda lakukan, berarti Anda telah menyelesaikan umrah. Nah apabila anda masih merasa perlu informasi lebih detil dapat mengunjungi laman Tuntunan Praktis Ibadah haji dan Umrah atau klik Disini ataupun bisa melalui Aplikasi Nusuk.

Namun kami juga menyediakan layanan konsultasi umrah gratis melalui laman hubungi kami, tanya-tanya seputar paket umrah dan visa juga boleh.
Artikel terkait :


Translate »