0819-0909-0990 Admin mandalikawisata10@gmail.com

Pelajari apa itu muthawif dan apa saja perannya dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Ketahui juga berapa gajinya dan apa syarat menjadi seorang muthawif profesional. Selengkapnya simak penjelasan berikut ini

Pentingnya Muthawif dalam Ibadah di tanah suci

Apa Itu Muthawif?

Muthawif merupakan istilah bahasa Arab yang berarti seseorang yang bertugas sebagai pemandu perjalanan. Pada perjalanan umrah dan haji, seorang muthawif bertugas selama 24 jam, sejak jemaah tiba di bandara hingga waktunya pulang atau kembali ke bandara di hari yang ditentukan.

Faktanya Seorang muthawif juga memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan para jamaah agar dapat melaksanakan ibadah dengan benar sesuai dengan tuntunan agama Islam.

Apa saja Tugas dan fungsinya?

Adapun tugas utama seorang muthawif adalah memberikan pengarahan dan nasehat kepada para jamaah sebelum, selama, dan setelah melaksanakan ibadah.

Di samping itu, hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa para jamaah memahami dan mengetahui tata cara melaksanakan ibadah yang benar dan sesuai dengan syariat Islam.

Selain itu, mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para jamaah selama di Tanah Suci

  1. Membantu tour leader/pembimbing mengantarkan para jemaah dalam ritual umrah/tawaf Qudum. Mulai dari menjemput jemaah di hotel, memfasilitasi angkutan ke Masjidil Haram, memberikan penjelasan singkat mengenai denah masjid agar jemaah mendapat gambaran dan tidak tersesat, mengantarkan tawaf, sa’i, hingga tahalul, dan mengakhirinya dengan mengantar jemaah kembali menuju hotel.
  2. Memberikan pelayanan jasa dorongan ketika didapati jemaah yang sakit atau tidak mampu menyelesaikan ritual ibadah umrah/haji serta membantu jemaah yang berkebutuhan khusus, baik karena lanjut usia, sakit, atau sebab lainnya.
  3. Membantu tour leader/pembimbing mengantarkan para jemaah dalam ritual ibadah haji. Menemani para jemaah dan memandu prosesi ibadah haji sejak mabit di Mina pada hari Tarwiyah, mengantarkan menuju Arafah dan wuquf, mabit di Muzdalifah, hingga kembali ke Mina untuk mabit selama beberapa hari dan melempar jumrah.
  4. Membantu tour leader/pembimbing memberikan penjelasan mengenai segala sesuatu seputar kebudayaan, sejarah, hingga penyuluhan agama pada para jemaah, serta memandu city tour (ziarah) baik di Makkah, Madinah, maupun Jeddah.
  5. Mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa jamaah tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang dapat merusak kesakralan ibadah di Tanah Suci

Apa Keuntungan menjadi Muthawif?

Keuntungan menjadi Muthawif antara lain bisa berkunjung ke tanah suci dan menunaikan ibadah Umrah di tanah suci sesuai keinginan, bisa berkunjung ke sejumlah wisata religi baik di mekkah maupun madinah, selain itu dibayar alias mendapatkan gaji pula.

Berapa Gaji atau Penghasilannya?

Gaji Muthawif sendiri bisa dikatakan lumayan rata-rata berkisar antara 700-800 ribu Real per Pekan atau setara dengan Rp. 3 juta per pekan. Lebih lanjut, dilansir dari situs berapagaji.com, besaran gaji ini juga ditentukan oleh beberapa faktor antara lain seperti :

  1. Tingkat pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan bahasa dan sertifikasi dalam bidang pariwisata dimana hal ini dapat meningkatkan nilai gaji mereka;
  2. Reputasi dan keahlian khusus dalam destinasi tertentu;
  3. Lokasi Geografi, jenis perusahaan dan tipe wisata yang di layani khususnya di negara-negara dengan industri pariwisata yang berkembang, gajinya bisa lebih tinggi
  4. Tips dari wisatawan maupun insentif lainnya dari perusahaan.

Bagaimana Cara menjadi seorang Muthawif?

Cara Jadi Muthawif sebenarnya cukup mudah, ada beberapa syarat mendasar yang harus dipenuhi misalnya seperti :

  1. Minimal menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris maupun bahasa lainnya yang menunjang tugas-tugasnya.
  2. Memiliki setidaknya pengalaman pergi ke tanah suci minimal 2 kali agar hafal jalur perjalanan maupun tempat-tempat ibadah yang menjadi tujuan jemaah umumnya;
  3. Harus menguasai ilmu pengetahuan di bidangnya, seperti sejarah tempat, bangunan maupun rukun umrah dan haji.
  4. Memiliki Sikap dan perilaku yang baik, seperti cara berpakaian yang sopan, jujur, berkomitmen, berbicara yang tidak menggurui dan ramah, sopan dan menghargai dalam tingkah laku , dan selebihnya yaitu keterampilan handling dan healing supaya para Jama’ah itu tidak merasa bosan.

Bagaimana? Cukup menggiurkan bukan?

Terakhir, apabila ada pertanyaan atau informasi yang anda butuhkan seputar Jasa Muthawif, anda bisa berkonsultasi dengan kami melalui laman Hubungi Kami, Konsultasi gratis.

Translate »