0819-0909-0990 Admin mandalikawisata10@gmail.com

Proyek baru untuk jamaah dan peziarah di dua masjid suci Makkah dan Madinah. Proyek ini ternyata adalah penyediaan fasilitas untuk menangani tas jamaah di dua masjid suci tersebut. Nah penasaran? simak informasinya berikut ini.

Dilansir dari laman gulfnews, Kerajaan Saudi Arabia mengumumkan sebuah rencana layanan penyimpanan tas dan barang bawaan dari jamaah dan Peziarah saat melaksanakan shalat dan ibadah di dua masjid tersuci umat islam. Seperti diketahui bahwa tingkat kunjungan tiap tahunnya di dua tempat suci ini mencapai jutaan muslim dari seluruh dunia.

Pihak berwenang Arab Saudi yang bertugas untuk merawat dua masjid suci ini mengatakan bahwa proyek ini dilaksanakan agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dalam lingkungan yang aman. Lembaga Negara terkait juga menambahkan bahwa hal ini dimulai saat pihaknya menerima permohonan untuk menerapkan proyek yang ditujukan untuk membangun pengalaman peziarah yang sesuai dengan solusi lokal dan global yang lebih tinggi.

Baca juga : Mengenal Tasreh Raudah, Biar Jamaah Tidak Salah Kaprah

Adapun tujuan utama dari proyek ini, bsebenarnya termasuk menghadirkan solusi yang terintegrasi untuk tempat penyimpanan tas dan berbagai jenis bawang bawaan. Lebih jauh, peziarah dapat merasa nyaman dan aman, melalui ketersediaan lingkungan yang tertata dan aman untuk memastikan tas dan barang bawaan terpelihara dengan profesional, dengan demikian membuat pengunjung fokus dalam beribadah.

Dikatakan juga bahwa periode penerapan dimulai pada kamis, 17 oktober 2024 dan akan berlangsung sampai 15 November 2024 pada masjid utama di mekkah dan masjid Nabi Muhammad di Madinah. Setelah melaksanakan umrah atau ziarah kecil di masjid utama maupun situs-situs bersejarah islam, banyak peziarah biasanya akan langsung menuju madinah untuk shalat di masjid Nabi Muhammad.

Perlu diingat, pada musim umrah yang bisa dilaksanakan sepanjang tahun, dimulai setelah akhir juni setelah ibadah haji tahunan berakhir, sekitar 1,8 juta muslims dari seluruh dunia hadir. Sekitar 13,5 juta melaksanakan ibadah umrah tahun kemarin, berdasarkan keterangan dari tokoh-tokoh saudi, Kerajaan merencanakan untuk menyambut 15 juta umat muslim yang melaksanakan umrah tahun depan.

Saudi Arabia sebagai tanah kelahiran islam, belakangan memperkenalkan sejumlah fasilitas bagi umat muslim yang berharap untuk datang ke Makah untuk umrah. Pihak berwenang sudah memperpanjang visa umrah dari 30 hari menjadi 90 hari, dan mengijinkan pemegang nya untuk memasuki kerajaan via semua jalur darat, udara dan laut dan dapat berangkat dari bandara mana saja.

Selain itu, peziarah perempuan juga tidak lagi diminta atau diharuskan untuk didampingi oleh pendamping laki-laki atau mahramnya. Umat islam pemegang tipe visa yang berbeda seperti personal, kunjungan dan touris visa juga diijinkan untuk melaksanakan umrah dan mengunjungi raudah, tempat dimana makam Nabi Muhammad berlokasi yang terletak di masjid nabi, tentunya setelah membuat jadwal kunjungan.
Terakhir, penduduk saudi juga dapat mengajukan permohonan undangan untuk teman mereka di luar negeri untuk berkunjung ke kerajaan dan melaksanakan umrah. Wah semakin meningkat terus ya fasilitas yang disediakan, jadi, kapan anda berkunjung ke tanah suci?

Translate ยป